Potensi Sabang

Menyelam di Pulau Weh

Pulau Weh terletak sekitar 30 km dari kota Banda Aceh. Dari Ulee Lhee kita mengambil feri dan tak lama kemudian terlihat pulau hijau pegunungan. Sepanjang pantai adalah pantai putih, Di pulau itu tinggal sekitar 30.000 orang Indonesia, 9,000 tinggal di ibukota dari Kota Sabang. Anda melihat Belanda dan Jepang juga membuat sejarah di Pulau Weh. Di Sabang, masih terlihat rumah-rumah bersejarah dari Belanda, sekarang digunakan sebagai hotel, gedung olah raga, kantor atau rumah pribadi. di bagian hutan, kita menemukan zwembad (swimmingpool); itu dibangun oleh Belanda pada tahun 1920.

Selain bangunan Belanda, Sabang juga memiliki banyak benteng peninggalan Jepang Tahun 1940 an, hampir ditemui disetiap tempat, yang menyebabkan Sabang juga dikenal dengan nama Kota seribu benteng.

Selain itu di daerah ini juga terdapat puluhan kuburan keramat yang konon kabarnya ada yang dikuburkan pada Zaman Portugis, zaman Belanda dan Jepang. Ini juga dapat ditemukan disetiap tempat di seluruh Kota Sabang, yang juga menyebabkan Sabang juga dikenal dengan nama kota keramat 44.

Di Sabang cukup nyaman, di sepanjang jalan utama murni adalah teras yang nyaman dan pepohonan hijau besar. Setiap pagi ada pasar, dimana masyarakat menjual ikan mereka, sayuran dan ayam dll. setelah pasar hening disiang hari, mereka kembali ke desa, namun di malam hari, orang itu terutama bertemu lagi di berbagai warung kopi, restoran, coffe pinggir pantai.

Di Sabang Anda dapat menyewa motor, mobil rental, minibus dan beberapa taksi untuk melakukan perjalanan di seluruh pulau. Kebanyakan torists langsung ke pantai Iboih, Gapang dan Lhong Angen dan menemukan di sana underwaterworld indah Pulau Weh.

Pulau Weh terletak di tepi Samudera Hindia dan Selat Malaka, ada arus kuat di sekitar pulau. Sebuah keuntungan dari informasi ini saat ini adalah bahwa banyak nutrisi melewati Pulau Weh. Ekosistem bawah laut mencintai ini, dan oleh karena itu keanekaragaman kehidupan laut sangat besar.


Dalam perjalanan ke situs penyelaman Batee Tekong, kita melihat sudah gerakan air di sekitar batuan. Master penyelam memperingatkan kita dalam briefing tentang arus dan memberi kita saran bagaimana harus bersikap dalam kondisi seperti itu. Perjalanan di lingkungan baru dimulai di bawah air. Melihat ikan-ikan tropis berwarna bergerak dalam arus, berbagai jenis ikan sungguh mengesankan, mereka bermain, bergelut dengan bunga laut dan terumbu karang yang masih asri dan indah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar